Bangkitkan Semangat Kebangsaan, Rutan Sukadana Gelar Upacara HUT ke-80 RI dengan Khidmat
Info Sukadana- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sukadana menggelar upacara bendera dengan penuh khidmat. Upacara yang berlangsung di Lapangan Rutan Sukadana ini mengangkat tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, sesuai arahan pemerintah pusat.
Upacara dipimpin langsung oleh Kasubsi Pengelolaan, Previ Rahadian, dan diikuti oleh seluruh jajaran pejabat struktural, pegawai rutan, serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Menariknya, seluruh peserta tampak kompak mengenakan batik bercorak nusantara, yang menambah kesan anggun sekaligus menggugah semangat nasionalisme. Suasana tersebut mencerminkan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap bisa hidup dan tumbuh di balik tembok rutan.

Baca Juga : 17 Agustus 1945: Hari Bersejarah Lahirnya Bangsa Indonesia
Sambutan Menko Yusril: Visi Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam kesempatan itu, Previ Rahadian membacakan sambutan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra. Dalam amanatnya, Yusril menekankan pentingnya seluruh elemen bangsa memaknai tema peringatan HUT RI kali ini sebagai semangat bersama dalam menyongsong masa depan Indonesia.
“Pada hari ini, harapan dan impian seluruh anak bangsa berpadu menjadi harapan untuk masa depan mereka dan masa depan negara ini, yakni menuju Indonesia Emas 2045. Tema kemerdekaan kali ini adalah cerminan visi besar yang harus kita perjuangkan bersama,” tegas Yusril.
Yusril juga menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, melainkan harus diwujudkan dalam empat bidang penting: penegakan hukum, perlindungan hak asasi manusia, pengelolaan keimigrasian, dan pemasyarakatan. Keempat ranah tersebut, menurutnya, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan supremasi hukum, penghormatan HAM, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor.
Ajakan untuk Berkolaborasi dan Bekerja Lebih Keras
Di akhir sambutannya, Menko Yusril mengajak seluruh jajaran, termasuk pegawai pemasyarakatan, untuk bekerja lebih keras dan memperkuat sinergi demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Mari kita teguhkan komitmen, perkuat kolaborasi, dan bekerja tanpa lelah demi kesejahteraan rakyat. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan kita kekuatan, kebijaksanaan, dan keberanian untuk menuntaskan tugas mulia ini,” pesan Yusril yang disampaikan di hadapan peserta upacara.
Momentum Refleksi Bagi Warga Binaan
Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, upacara kemerdekaan ini bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan juga menjadi momentum refleksi. Dengan penuh khidmat mereka mengikuti setiap rangkaian upacara, mulai dari pengibaran bendera hingga penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih.
Pihak Rutan Sukadana berharap, nilai-nilai kebangsaan yang ditanamkan melalui kegiatan ini dapat membangkitkan semangat perubahan positif di kalangan WBP, sehingga kelak ketika kembali ke masyarakat, mereka mampu menjadi pribadi yang lebih baik serta berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Tekad Menjaga Persatuan
Melalui peringatan HUT ke-80 RI ini, Rutan Sukadana menegaskan tekad untuk terus menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pengingat pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Semangat nasionalisme yang tumbuh dari balik jeruji besi diharapkan bisa menjadi bagian dari energi kolektif bangsa Indonesia dalam membangun negeri menuju masa depan yang lebih cerah.















