Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

175 Bangunan Liar Jadi Target, Kali Padek Bersiap Dipercantik

banner 800x150

Pemkot Serang Siap Tertibkan 175 Bangunan Liar di Kali Padek: Langkah Terpadu Wujudkan Sungai Bersih dan Aman

Info Sukadana- Setelah sukses melakukan penertiban di kawasan Sukadana, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kini bersiap untuk menjalankan program serupa di sepanjang bantaran Kali Padek, Kecamatan Kasemen. Sekitar 175 bangunan liar yang berdiri di atas lahan sempadan sungai menjadi target penertiban demi mengatasi potensi banjir, pencemaran, serta mengembalikan fungsi ekologis sungai.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemkot Serang dalam mewujudkan tata ruang yang tertib dan lingkungan yang lebih sehat bagi warganya. Penertiban dijadwalkan akan dimulai tahun ini, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3).

Klik Disini

Fokus Tak Sekadar Bongkar Bangunan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, menjelaskan bahwa mayoritas bangunan di lokasi tersebut memang tidak bersifat permanen. Namun demikian, keberadaan mereka telah mempersempit badan sungai dan menyumbang pada permasalahan banjir tahunan.

“Bangunan itu berdampak langsung pada kualitas dan kapasitas aliran air. Kalau tidak segera ditertibkan, potensi banjir semakin besar,” ujar Iwan, Jumat (25/7/2025).

Ia menambahkan bahwa proyek ini tidak hanya sekadar membongkar bangunan liar, melainkan menyentuh pada penataan lingkungan secara menyeluruh. Oleh karena itu, strategi yang digunakan harus melibatkan semua pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga tingkat kelurahan dan RW setempat.

175 Bangunan Liar Jadi Target, Kali Padek Bersiap Dipercantik
175 Bangunan Liar Jadi Target, Kali Padek Bersiap Dipercantik

Baca Juga : Marcus Rashford Pakai Nomor 14 di Barcelona, Warisi Legenda

Koordinasi dan Relokasi Jadi Kunci

Penertiban bangunan liar di Kali Padek tidak akan berjalan dengan baik tanpa pendekatan yang terkoordinasi dan humanis. Menurut Iwan, salah satu fokus utama adalah memastikan adanya rencana relokasi yang layak bagi warga terdampak, agar tidak terjadi konflik atau persoalan sosial baru pascapenertiban.

“Kami tidak ingin hanya menggusur, tapi juga memastikan bahwa masyarakat terdampak punya solusi baru yang lebih baik. Jadi penataan ini harus menyeluruh: pembebasan lahan, relokasi, perbaikan drainase, dan penambahan ruang terbuka hijau,” tegasnya.

Dalam perencanaan ke depan, Pemkot juga tengah menyusun desain penataan ulang kawasan Kali Padek. Nantinya, bantaran sungai tersebut akan difungsikan sebagai area resapan air, taman publik, dan jalur pedestrian, layaknya konsep waterfront yang sudah diterapkan di kota-kota besar lain di Indonesia.

Harapkan Dukungan Penuh Pemerintah Pusat dan Provinsi

Untuk memastikan keberhasilan program, Pemkot Serang sangat berharap dukungan konkret dari Pemprov Banten serta BBWSC3. Bantuan tersebut dibutuhkan baik dalam bentuk anggaran pembangunan, maupun kewenangan teknis yang mencakup aspek infrastruktur air dan drainase.

“Dukungan dari provinsi dan pusat sangat menentukan, terutama dalam proses pembongkaran dan pembangunan ulang fasilitas umum seperti drainase dan sistem pengelolaan air limbah,” jelas Iwan.

Ia juga menegaskan bahwa penataan Kali Padek adalah bagian dari visi jangka panjang Kota Serang dalam membangun lingkungan urban yang ramah air, bebas banjir, serta mendukung kesejahteraan masyarakat.

Menuju Kota Serang yang Lebih Tertata dan Hijau

Melalui langkah ini, Pemkot Serang ingin menunjukkan komitmennya untuk tidak lagi mentoleransi keberadaan bangunan liar yang mengganggu tatanan kota dan membahayakan keselamatan warga. Lebih dari itu, program penertiban di Kali Padek menjadi simbol semangat transformasi menuju kota yang tertib tata ruang, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas sektor, kawasan Kali Padek diharapkan bisa menjadi contoh sukses revitalisasi kawasan sungai di Kota Serang. Program ini juga menjadi pesan kuat bahwa penataan ruang bukan sekadar tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara warga, aparat, dan semua elemen masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *